Berita BKTM Makassar

Pojok Jamu Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar

Senin, 12 Mei 2014 | Dipublish Oleh: bayu
berita kami

Pojok Jamu adalah salah satu tempat yang disediakan untuk minum jamu Di Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) Makassar. Setiap harinya di pojok jamu disediakan 2 jenis jamu, antara lain jamu secang, jahe merah, temulawak, kunyit asam dan teh hijau. Selain para pegawai BKTM sendiri yang minum jamu setiap hari banyak pula pasien, mahasiswa magang dari beberapa universitas dan pengunjung dari instansi lain yang meluangkan waktunya untuk mencicipi ramuan jamu yang telah disediakan. Selain mencicipi mereka juga mendapatkan informasi tentang manfaat dan cara pembuatan jamu tersebut dari petugas herbal terlatih.

Jamu bermanfaat untuk mencegah penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memelihara kesehatan. Minuman secang berfungsi untuk mengatasi nyeri sendi, asam urat, diare, demam, radang dan rasa nyeri. Minuman jahe merah berfungsi untuk antiemetik (anti muntah), motionsickness (mual), pasca bedah, antirematik, karminatif (perut kembung), antidispepsia (gangguan pencernaan) dan obat batuk. Minuman temulawak berfungsi untuk hepatoprotektor (pelindung hati), memperbaiki nafsu makan, memperbaiki fungsi pencernaan, memelihara kesehatan fungsi hati (penyakit kuning), mengurangi nyeri dan radang sendi, menurunkan lemak darah, antioksidan, membantu menghambat penggumpalan darah, dispepsia (gangguan pencernaan), ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) dan gasthritis (maag). Minuman kunyit asam berfungsi untuk memperlancar haid, mengurangi rasa sakit pada waktu haid dan menyegarkan badan. Sedangkan teh hijau berfungsi untuk mencegah pertumbuhan kanker, mencegah penyakit jantung, menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mencegah penyakit diabetes, mencegah karies pada gigi, sebagai antioksidan, mencegah penuaan dini, mengurangi resiko jerawat, meremajakan sel-sel kulit lama dan mencegah penyakit stroke.

Pojok jamu ini merupakan upaya untuk membiasakan masyarakat minum jamu dan mandiri dalam pengolahan tanaman obat sehingga masyarakat diharapkan akan menjadi sehat, bugar, dan produktif dengan jamu. (Sri Intanrani/Ridwan Basir)



Arsip Berita Lainnya