Pelayanan Ramuan

Definisi

Herbal adalah pengobatan dan atau perawatan tradisional dengan menggunakan obat atau ramuan tradisional yang berasal dari tanaman.

Pemerintah telah menetapkan Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan; dalam pasal 48 diatur bahwa salah satu penyelenggaraan upaya kesehatan adalah pelayanan kesehatan tradisional. Berdasarkan cara pengobatannya, pelayanan kesehatan tradisional terbagi menjadi pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan keterampilan dan pelayanan kesehatan tradisional yang menggunakan ramuan.

Permenkes nomor 003/Menkes/PER/2010 tentang Saintifikasi Jamu dalam penelitian berbasis pelayanan kesehatan merupakan usaha untuk memanfaatkan jamu dalam pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Saintifikasi Jamu (SJ) adalah salah satu program nasional membutuhkan suatu sistem kendali yang efektif dan komprehensif dalam implementasi kegiatannya. Salah satu tujuan saintifikasi jamu adalah memperoleh bukti ilmiah (evidence based) atas manfaat jamu dan menjaga dan memelihara kesehatan serta mengobati penyakit berdasarkan kaidah dan etik.

Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

 

 

Jenis herbal

Jenis herbal yang diberikan:

  • Pemberian herbal saintifikasi jamu
    Pemberian ramuan yang telah teruji yang telah terbukti secara ilmiah dalam menjaga dan memelihara kesehatan serta mengobati penyakit berdasarkan kaidah dan etika.
  • Ekstrak
    Pemberian ekstrak herbal yang telah tersaintifikasi dan telah diuji mutu dan keamanannya untuk pencegahan, penyembuhan dan meningkatkan kesehatan.
  • Pemberian minuman ramuan herbal
    Pemberian ramuan herbal yaitu pemberian ramuan dalam bentuk sediaan infus untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan.
    Temulawak
    Kegunaan: memperbaiki fungsi pencernaan, memperbaiki nafsu makan, mengobati jerawat, memperbaiki fungsi hati, anti inflamasi, menurunkan lemak darah, anti bakteri, anti oksidan.
    Cara pembuatan: Timbang temulawak segar sebanyak 25 mg atau seukuran ibu jari lalu tambahkan air 300 ml air rebus hingga menjadi 250 ml air, saring dan dinginkan.
  • Pemberian simplisia
    Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun dan kecuali dinyatakan lain berupa bagian tanaman yang telah dikeringkan. Dalam tanaman dikenal istilah simplisia nabati ialah simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat tanaman.

 

 

Jenis Tanaman Herbal

Beberapa contoh tanaman Herbal yang tersedia di BKTM Makassar:

  • Alpukat (Persea americana M)
    Kegunaan: Mengatasi Sariawan, kencing batu, darah tinggi, kencing manis, sakit kepala, nyeri saraf, nyeri lambung, gigi berlubang
  • Andong (Cordyline fructicosa)
    Kegunaan: Mengatasi TBC paru, batuk darah, kemih berdarah, ancaman aborsi, wasir berdarah, tidak menstruasi, radang gusi.
  • Bambu tali (Asparagus chonchinchinensis)
    Kegunaan: Mengatasi Batuk, batuk berdarah TBC, sakit tenggorokan, muntah darah, keringat malam, kencing manis, BAB,kanker payudara, kanker limfa dan kanker darah.
  • Bangle (Zingiber purpureum Roxb)
    Kegunaan: Mengatasi Demam, masuk angin, perut mulas, sakit kepala, sakit kuning, nyeri sendi, lemah jantung, gangguan saraf.
  • Baru cina (Artemisia vulgaris L)
    Kegunaan: Mengatasi badan lemas, lemah syahwat, ayan, sakit tenggorokan, disentri, menstruasi lebih, kesuburan, muntah darah.
  • Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
    Kegunaan: Mengatasi Pegelinu, gondongan, batuk pada anak, batuk, batuk rejang, rematik, sariawan, jerawat, panu, darah tinggi, sariawan usus, getah empedu sedikit, sakit gigi berlubang.
  • Bidara upas (Merremia mammosa)
    Kegunaan: Mengatasi radang usus buntu, muntah darah, thypus, difteri, kencing manis, kanker, kusta, batuk rejan, kencing batu, sipillis.
  • Binahong (Andredera cordifolia (Ten.) Steenis)
    Kegunaan:Anti oksidan tinggi, dan anti virus, obat luka dalam, diabetes, menghaluskan kulit, menjaga kesehatan mata.
  • Boroco (Celosia argentea)
    Kegunaan: Mengatasi keratis, hipertensi muntah darah, infeksi luar /dalam mata, infeksi kencing, disentri, keputihan.
  • Brotowali (Tinospora crispa L)
    Kegunaan: Mengatasi rematik, demam kuning, demam, kencing manis, kudis, luka, badan gatal-gatal.

 

Jenis Herbal Saintifikasi Jamu

  • Akar Kelembak (Rheum officinale Baill.)
  • Daun Brotowali (Tinospora crispa L)
  • Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifoliae Lamk)
  • Daun Kepel (Stelechocarpus burahol)
  • Daun Kemuning (Murraya paniculata L. Jack)
  • Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus (B1) Miq)
  • Daun Meniran (Phyllanthus urinaria Linn)
  • Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban)
  • Daun Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f) Nees)
  • Daun Seledri (Apium graveolens L)
  • Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L)
  • Kayu Secang (Sappan Lignum)
  • Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val)
  • Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb)